Musang Luwak

Musang akar ditemukan pada kawasan hutan sekunder, ketinggian tempat 221-354 mdpl, suhu di wilayah penelitian berkisar antara 24-26 oC dengan kelembaban udara berkisar antara 98-100%. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Khairina (2013) yaitu habitat yang disukai oleh musang akar adalah semak-semak, hutan sekunder, perkebunan, dan di sekitar pemukiman manusia. musang akar dapat hidup di daerah dataran rendah hingga di daerah dengan ketinggian 2.500 mdpl. musang akar adalah salah satu jenis mamalia yang kerap ditemui di sekitar pemukiman dan bahkan perkotaan. musang akar dapat hidup di berbagai ketinggian tempat sehingga dapat hidup di berbagai suhu dan kelembaban udara.Berdasarkan hasil penelitian di lapangan musang akar banyak ditemukan di hutan skunder yang disana banyak terdapat pohon-pohon buah, seperti contohnya pohon aren, pohon kasturi, pohon nangka dan pohon sukun. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Kementan RI (2013), yang menjelaskan bahwa musang akar secara klasifikasi musang termasuk hewan karnivora (pemakan daging), namun di habitat alaminya hewan ini lebih menyukai buah-buahan, sehingga cenderung disebut frugivora (pemakan buah-buahan) atau dikategorikan sebagai hewan omnivora atau pemakan segala. Jenis pakan yang disukai khususnya adalah buah-buahan yang ranum dan rasanya manis, seperti mangga, rambutan, pepaya, pisang dan buah aren. secara ekologi musang akar juga memiliki peran sebagai hewan penyebar biji. Selain itu sebagai tambahan jenis pakannya, musang akar juga memakan mamalia kecil seperti tikus, tupai, unggas, telur, reptil, serangga, cacing, dan keong. musang akar di Indonesia tersebar secara alami mulai dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, selain itu juga telah diintroduksi ke Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

Musang Luwak

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai